Oct 23, 2011

Sudahkah kita menjadi orang yang ber “Ilmu”…….?

Terkadang atau sering dalam hidup, kita berusaha memaafkan tindakan kita atau kata lainnya melegalisasikan perbuatan kita. Maksudnya, kita mengatakan perbuatan kita benar dengan dalih yang berusaha kita cari kebenarannya. Sebagai contoh, ketika kita menunda melaksanakan sholat ketika adzan berkumandang, maka kita berdalih “Saya harus menyelesaikan tugas, bukankah kerja juga ibadah….?” atau  “Saya harus mengasuh anak dulu, bukankah ini juga ibadah?” dan lain sebagainya sehingga begitu pintarnya kita mendapatkan alasan yang seolah alasan kitalah yang paling benar. Atau cerita lain seperti seorang pencopet atau pelacur yang melegalkan usahanya demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dengan alasan mencari nafkah merupakan ibadah…!?
Akhir-akhir ini saya banyak menemui fenomena, yang membuat saya berasumsi bahwa kadang seseorang tidak faham ilmu yang sedang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat saya tidak habis fikir.
Belajar, mencari ilmu kadang di jadikan formalitas belaka. Karena prestise, harga diri, atau bahkan desakan dari pihak orang lain, orang tua, suami, istri, atasan di kantor, misalnya. Pada akhirnya ilmu tidak mengkristal di dalam diri. Tidak meninggalkan bekas. Bahkan mungkin,  tidak menjadikan diri lebih baik. Terdengar skeptis? Ya, bisa jadi.
Ilmu kadang hanya di ukur dari gelar-gelar yang berderet panjang pada nama. Di ukur dari jumlah koleksi buku. Di ukur dari jumlah biaya yang dikeluarkan. Diukur dari image sebuah kampus. Entah apakah bisa ilmu itu di jadikan manfaat , bahkan pada dirinya sendiri. Masih bisa di hitung dengan jari orang-orang yang benar-benar konsekuen dan bertanggung jawab dengan ilmu yang di  milikinya. 
Orang yang berilmu memang sangat kelihatan berbeda dengan dengan orang yang beruang, orang kaya tanpa disertai ilmu hanya akan disegani sejenak, tapi orang kaya disertai ilmu akan terus disegani meskipun kekayaannya habis, karena ilmunya telah menghiasi perbuatannya serta tingkahlakunya.
Ilmu berbeda dengan Pengetahuan. Orang yang berilmu adalah orang yang mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan dalam kehidupannya. sedangkan orang yang berpengetahuan hanya akan memiliki pengetahuan tentang keilmuan tanpa adanya tindakan sehingga ilmu yang ia miliki tidak tercermin dalam tingkah lakunya.
Dari penomena di atas sepintas orang sudah memperoleh “Ilmu”, tapi hakikatnya baru memperoleh “Pengetahuan” saja 
Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.
Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.
Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.
Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw: 
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)
Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.
Ilmu, pada hakikatnya dapat merubah seseorang. Dari pola berfikir, sikap, hingga merubah diri orang tersebut.
Iman, Ilmu, Amal. Sebuah trilogi yang tidak dapat di pisahkan. Saling terkait.
Iman tanpa ilmu, sesat. Ilmu tanpa Amal, sesat. Amal tanpa ilmu, taklid.
menuntut ilmu adalah ibadah, memahaminya adalah wujud takut kepada Allah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya adalah sedekah dan mengingatnya adalah tasbih. Dengan ilmu, manusia akan mengenal Allah dan menyembah-Nya. Dengan ilmu, mereka akan bertauhid dan memuja-Nya. Dengan ilmu, Allah meninggikan derajat segolongan manusia atas lainnya dan menjadikan mereka pelopor peradaban.
 
Oleh karena itu, sebelum menuntut ilmu, Imam al-Ghazali mengarahkan agar para pencari ilmu membersihkan jiwanya dari akhlak tercela. Sebab ilmu merupakan ibadah kalbu dan salah satu bentuk pendekatan batin kepada Allah. Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali dengan membersihkan diri dari hadas dan kotoran, demikian juga ibadah batin dan pembangunan kalbu dengan ilmu, akan selalu gagal jika berbagai perilaku buruk dan akhlak tercela tidak dibersihkan. Sebab kalbu yang sehat akan menjamin keselamatan manusia, sedangkan kalbu yang sakit akan menjerumuskannya pada kehancuran yang abadi. Penyakit kalbu diawali dengan ketidaktahuan tentang Sang Khalik (al-jahlu billah), dan bertambah parah dengan mengikuti hawa nafsu. Sedangkan kalbu yang sehat diawali dengan mengenal Allah (ma’rifatullah), dan vitaminnya adalah mengendalikan nafsu. (lihat al-munqidz min al-dhalal) Sebagai amalan ibadah, maka mencari ilmu harus didasari niat yang benar dan ditujukan untuk memperoleh manfaat di akherat. Sebab niat yang salah akan menyeret kedalam neraka, Rasulullah saw., bersabda: “Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk tujuan berkompetisi dan menyaingi ulama, mengolok-olok orang yang bodoh dan mendapatkan simpati manusia. Barang siapa berbuat demikian, sungguh mereka kelak berada di neraka. (HR. Ibnu Majah)
Diawali dengan niat yang benar, maka bertambahlah kualitas hidayah Allah pada diri para ilmuwan. “Barang siapa bertambah ilmunya, tapi tidak bertambah hidayahnya, niscaya ia hanya semakin jauh dari Allah”, demikian nasehat kaum bijak. Maka saat ditanya tentang fenomena kaum intelektual dan fuqaha yang berakhlak buruk, Imam al-Ghazali berkata: “Jika Anda mengenal tingkatan ilmu dan mengetahui hakekat ilmu akherat, niscaya Anda akan paham bahwa yang sebenarnya menyebabkan ulama menyibukkan diri dengan ilmu itu bukan semata-mata karena mereka butuh ilmu itu, tapi karena mereka membutuhkannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah”. 
  Selanjutnya beliau menjelaskan makna nasehat kaum bijak pandai bahwa ‘kami mempelajari ilmu bukan karena Allah, maka ilmu itu pun enggan kecuali harus diniatkan untuk Allah’, berarti bahwa “Ilmu itu tidak mau membuka hakekat dirinya pada kami, namun yang sampai kepada kami hanyalah lafaz-lafaznya dan definisinya”. (Ihya’ ‘Ulumiddin)
Ringkasnya, Imam al-Ghazali menekankan bahwa ilmu saja tanpa diterapkan adalah junun (gila) dan penerapan apapun tanpa ilmu adalah takabbur (sombong). Junun berarti berjuang berdasarkan tujuan yang salah. Sedangkan takabbur berarti tanpa memperdulikan aturan dan kaedahnya, meskipun tujuannya benar. Maka dalam pendidikan Islam, keimanan harus ditanamkan dengan ilmu; ilmu harus berdimensi iman; dan amal mesti berdasarkan ilmu. Inilah sejatinya konsep integritas pendidikan dalam Islam yang berbasis ta’dib. Ta’dib berarti proses pembentukan adab pada diri peserta didik. Maka dengan konsep pendidikan seperti ini, akan menghasilkan pelajar yang beradab, baik pada dirinya sendiri, lingkungannya, gurunya maupun pada Penciptanya. Sehingga terjadi korelasi antara aktivitas pendidikan, orientasi dan tujuannya.
Ketika seseorang mempelajari ilmu-ilmu kedokteran, kelautan, tehnik, komputer dan ilmu-ilmu fardhu kifayah lainnya, maka mereka tidak memfokuskan niatnya pada nilai-nilai ekonomi, sosial, budaya, politik, atau tujuan pragmatis sesaat lainnya. Tapi kesemuanya ini dipelajarinya dalam rangka meningkatkan keimanan dan bermuara pada pengabdian pada Sang Pencipta.
 
 
Akhirnya semoga kita dapat menjadi orang berilmu dan bermanfaat. karena dengan ilmu terangkatlah derajat dan dengan pengabdian menjadilah orang bermanfaat. 
 
 
SUMBER : http://smk6bandung.com/?p=628

Oct 13, 2011

Kuliah Umum Entrepreuneur HIMADIKSI "The Power of Kepepet"

 
HIMADIKSI UPI present!
Mau jadi Entrepreneur sejati?
Ikut yuu Talkshow Entrepreneur bersama Jaya Setiabudi!
Jaya Setiabudi seorang penulis buku Best Seller "The Power of Kepepet", seorang pendiri Young Entrepreneur Academy dan Entrepreneur Camp serta seoarang PROVOKATOR Entrepreneur.
Hari, tgl : Rabu, 19 Oktober 2011
Waktu : 13.00-16.00 WIB
Tempat : Gd. Amply Theatre (eks. Gedor) 

Pendaftaran via SMS ketik:
Daftar_nama_jurusan_angktan_no. kontak.
kirim ke 0853 1403 0926 (Ai Teti)
CP : 0821 1501 6269 (Ria) 

AYOO N BURUAANN GABUNGG..!!!
GRAAATIIIIISSS...!!!
TEMPAT TERBATAS...!!!

Sep 23, 2011

DIKSI PRENEUR PRESENT 2011



Tertarik menjadi seorang pebisnis? 
Bagaimanakah caranya? 
Sudah punya bisnis tapi... ingin tau bagaimana tips dan trik mendongkrak usaha Anda? 
 

Yuk cari tau ilmu-ilmunya di acara SEMINAR DIKSIPRENEUR "CARA DAHSYAT TERCEPAT DAN TERAMPUH JADI ENTREPRENEUR" 8 Oktober 2011. Mengundang 3 pembicara yang LUARRRRR BIASAAAA:

 
1. Jaya Setiabudi (Jaya Yea / @JayaYEA) --- Penulis buku BEST SELLER "The Power of Kepepet", Pendiri Young Entrepreneur Academy, Entrepreneur Camp & Entrepreneur Association, Pengusaha Sukses, Mentor bisnis & usaha, Provokator Entrepreneur


2. Fauzi Rachmanto (@FauziRachmanto) --- Founder System Design Group Indonesia, Pengusaha IT, Penggerak Komunitas Tangan Di Atas

3. Rendy Saputra (@kangrendy) --- Direktur Saputra Empire Business Group (Bimbel NATC, Kuliner, Lembaga Pelatihan dan Training Saputra Inspira), Presiden Direktur Darusy Syabab


Investasi: hanya 80rb (Gratis 1 tiket bagi yang membawa 10 pendaftar)
Fasilitas: Seminar Kit, Snack, Lunch, Sertifikat, Hiburan, kesempatan mendapatkan DOORPRIZE (2 Voucher "Entrepreneur Camp" senilai 1.000.000, 10 buah buku "The Power of Kepepet", dan masih banyak lagi)

Tempat: Balai Pertemuan UPI (Jl.Dr Setiabudhi No.229 Bandung)
Terbuka untuk UMUM

Pendaftaran: Diksi_Nama Lengkap_Nomor Kontak_Asal

Info: 082115016269 (Ria)
085222022294 (Aulia)
Lihat Selengkapnya


Sep 14, 2011

10 Kepribadian Luar Biasa, ala Andrie Wongso

1. Ketulusan
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. 

2. Kerendahan Hati
Sikap rendah hati mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

5. Keceriaan
Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ‘ringan’. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stres dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Kepribadian yang mana, yang sudah / belum Anda miliki? :-) 

Salam sukses, Luar Biasa!!
Sumber : Andrie Wongso

Sep 3, 2011

Accounting Training Session II (Accting II)

Accting 2 adalah nama baru yang dulunya adalah PAKD(Pelatihan Akuntansi Keuangan Dasar) dan merupakan salah satu program kerja untuk melayani mahasiswa pendidikan akuntansi dalam pemahamam akuntansi keuangan dasar 1 dan 2. Metode yang kami terapkan untuk tahun ini tidak perkelas lagi tapi di bagi beberapa kelompok(10-12 orang) yang satu kelompoknya itu mempunyai satu mentor. Dan semoga ini bisa menjadikan efektivitas yang bagus bagi keberlangsungan Accting ini dengan metode mentoring kita yang baru. Semoga bisa terus lebih baik ke depannya.Aamiin.







Aug 26, 2011

Pelatihan Macromedia Flash

Tujuan dari pembuatan media pembelajaran ini adalah agar proses pembelajaran yang ada di dalam kelas dapat terlaksana lebih efektif lagi. Selain itu, Pembuatan media pembelajaran ini lebih menekankan pada sistem informasi dari materi yang akan dipelajari, sehingga siswa belajar dengan sistem pengolahan informasi. Seorang guru sekarang di tuntut untuk menguasai teknologi supaya kita bisa berinovasi dalam keberlangsungan proses belajar mengajar, dengan menyuguhkan sesuatu yang menarik dan mudah di serap oleh siswa.

























Aug 24, 2011

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)

Penerimaan mahasiswa baru angkatan 2011 telah di mulai dan tercatat yang masuk Pendidikan Akuntansi tahun sekarang sekitar 87 orang mahasiswa. Penerimaan Maru ini adalah bertujuan untuk mengenalkan Himpunan masing-masing atau UKM yang ada di Fakultas dan juga untuk mendata mahasiswa yang masuk pendidikan akuntansi UPI.































A Super Traning (Auto Suggestion Power Training)


A Super Training


A SUPER TRAINING (Auto Sugesti Power Training)
“Cara Super Melejitkan Potensi Diri dengan Kekuatan Sugesti”

AUTO SUGESTI POWER training akan memberikan kepahaman secara praktis dan aplikatif kepada peserta training tentang perlunya pengelolaan kekuatan sugesti secara terprogram, tertata terukur dan terarah, sehingga setiap peserta mampu menjadi pribadi yang TAHU DIRI, PERCAYA DIRI, DAN MEMILIKI NILAI DIRI YANG BAIK dihadapan diri, orang lain dan Allah SWT .
AUTO SUGESTI POWER TRAINING akan menjadikan Anda memiliki kemampuan “LEBIH” dengan menyelaraskan 4 kekuatan yang ada pada diri Anda, yakni KEKUATAN PIKIRAN, KEKUATAN PERASAAN, KEKUATAN PERKATAAN DAN KEKUATAN PERBUATAN.
AUTOSUGESTIPOWER TRAINING DIBAWAKAN LANGSUNG OLEH ARIS AHMAD JAYA, MASTER SUGESTI INDONESIA, yang telah mentraining lebih dari 600 ribu audiens di seluruh Indonesia.
Dengan Aktivitas Sebagai :
Motivator Nasional Character Building “Sugesti Power”
Leader ABCo Training Center
Trainer Navigator Indonesia
Trainer Indonesia Harritage Foundation (IHF)
Dosen Character Building Institut Kemandirian
Dompet Dhuafa Republika
Penulis Buku Motivasi dan Inspirasi

PENGALAMAN TRAINING
1. Audience Profesional : PT Telkom, JICT (Jakarta International Container Terminal), PT Coca Cola, PT Bank Mandiri, Telkomsel, Garuda Food, Asuransi Tripa Syariah, Asuransi Takaful, Asuransi Prudential, Asuransi Ekspor Impor, PT Indosat, Bank Permata, PT Kangean energy Jakarta, Departemen Pertanian RI, Departemen Perdagangan RI, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Pajak RI.

2. Audience Dunia Pendidikan : Perguruan Labschool Jakarta, Perguruan Al Azhar Pusat, Perguruan Madania Bogor, Perguruan Al Ittihat Rumbai Riau, Pesantren Baabussalaam Riau, Diniah Putri Padang Panjang, SMA Negeri 8 Jakarta, dan beberapa sekolah unggulan RSBI di Indonesia.

Output Training ini :

• Menjadi Pribadi Yang Percaya pada Diri Sendiri

• Mampu menguasai komunikasi “SUGESTI POWER” untul diri dan orang lain

• Mampu mengelola 4P (Pikiran, Perasaan, Perkataan dan Perbuatan) secara maksimal

• Mengoptimalkan potensi kekuatan bawah sadar untuk mempengaruhi diri dan orang lain

• Mampu mempraktekkan kemampuan menterapi diri dan orang lain secara Fisik maupun Psikis.

Testimoni Mereka yang Telah Mengikuti Training ini :

“Sangat bermanfaat untuk diaplikasikan ke semua lingkungan keluarga, kantor dan masyarakat”

(Ika Syafitri Salim, training PDP diklat Cyber crime Kejaksaan Agung RI)

“memberikan semnagat/ motivasi untuk hari yang lebihbaik/berbuat lebih baik lagi bagi diri sendiri, orang lain, keluarga, bangsa dan agama”

(Widhiarso Nugroho, training PDP diklat cyber crime kejaksaan agung RI)

“ memberikan semangat kepada saya bahwa kesuksesan dalam bekerja adalah suatau keniscayaan apabila kita sanantiasa optimis, mau bekerja keras, tidak berpuas diri, senantiasa belajar dengan dilandasi beribadah kepada Allah”

( Andika Romadona, SH. Training PDP Dilkat Cyber crime Kejaksaan Agung RI)

“tetap menjadi motivator bagi kita semua dengan metode yang lebih berkembang dan menyentuh” (Nizarpebri Ansyah, Training PDP diklat Cyber Crime Kejaksaan Agung RI)

“acara seperti ini perlu dilakukan pada setiap diklat agar dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja selanjutnya”

(Sesciojimec Nainggolan, SH. Training PDP Diklat Cyber Crime Kejaksaan agung RI)

“ Alhamdulillah lebih termotivasi dan lebih menambah semangat dan percaya diri untuk menggunakan ilmu yang didapatkan dari training ini”

( Ngaunana Lillah. Training Hipnosugesti)

“Alhamdulillah, Saya bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini.Saya tunggu agenda pelatihan-pelatihan untuk memperdalam ilmu yang bermanfaat ini.Terimakasih semoga menjadi ilmu yang berekah”

( Andriyani Kencana Ungu, Anggota Legislatif DPRD Kota Depok, Training Hipnosugesti).

“Acaranya bagus dan menarik semoga selalu sukses dan terimakasih atas ilmu yang telah diajarkan. Semoga bermanfaat amin.”

( Fitria Yustiarsih, Training Hipnosugesti)

“Alhamdulillah, setelah mengikuti training dari pak Aris, yang awalnya saya meragui kemampuan diri sendiri namun dengan stimulus-stimulus yang diberikan dengan menguatkan sugesti saya, ternyata apa yang saya ragukan sebelumnya dapat terlaksana dengan baik & saya dapat melakukannya dengan baik.”

(Ika Nurlistia, Mahasiswi Pendidikan akuntansi UPI 2010)

Waktu dan Tempat Pelatihan

Auditorium JICA FPMIPA UPI

Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Ahad 18 September 2011 Pukul 08.00-16.00

Fasilitas :

Ruangan yang nyaman, Training Kit, Snack, Lunch Box, Sertifikat, dan Door Prize yang Menarik

Investasi :

Harga Normal : Rp. 500.000

Promo istimewa di bulan Ramdhan :

HTM : Rp. 50.000 (1 orang)

HTM Kolektif : Rp. 500.000 ( min 10 orang) Gratis 1 tiket

Promo pendaftaran ini hingga 28 Agustus 2011

Pendaftaran di luar promo (5-16 September 2011) : Rp. 75.000

Segera Daftar

Ketik : Super_Nama lengkap_Pekerjaan

Pembayaran dapat melalui Rekening BNI

No Rek. 0195374336 an. Ahmad Dzunurain

Aug 23, 2011

MADING HIMADIKSI(HIMADINK)

    Majalah dinding Himadiksi adalah sebuah program kerja yang tujuannya adalah mengupdate segala informasi baik itu dari Himadiksi atau di luar seperti terkait dengan olahraga, life syle, informasi, jokey dll yang bermanfaat bagi seluruh pembacanya. Bertempat di gedung FPEB lama depan ruang 1.03. Dan update 1 bulan a kali, semoga bisa dilancarkan untuk kelncaran kita bersama dalam mengolah optimalisasi mahasiswa dalam aspek kreatifitas. SUKSES.








Aug 19, 2011

Aug 15, 2011

Padus HIMADIKSI UPI Goes To BEM SI

Padus Himadiksi 2011
Paduan Suara HIMADIKSI sudah berumur 2 tahun dan sekarang telah berganti personil seiring dengan pergantian ketua umum yang baru. Dan di pegang oleh teman-teman 2010 dengan dibimbing oleh kakak senior. Meskipun pergantian personil baru beberapa bulan, namun kekonsistenan kita pada musik Padus Himadiksi telah menunjukan eksistensinya, bukan hanya di dalam himpunan tapi di luar himpunan. Dan kali ini sungguh penghargaan yang sangat besar buar kami, karena kami di undang khusus dari REMA UPI(Republik Mahasiswa) untuk tampil dalam acara RAKERNAS BEM SI( Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) yang di hadiri oleh berbagai Universitas Negeri maupun Swasta di Indonesia.

Suatu penghargaan yang luar biasa yang tidak bisa kita tolak dan ini menjadi pengalaman yang luar biasa dan menambah jam terbang kami khususnya Padus Himadiksi UPI. Dan semoga ini menjadi titik tolak dan batu loncatan kami untuk bisa memberikan yang terbaik yang kita semua miliki untuk bisa Melayani, Berbagi dan Berkarya.

Himadiksi 2011
BISA SUKSES LUAR BIASA....!!!

Aug 12, 2011

Penyambutan Wisudawan& Wisudawati Pend. Akuntansi 2011


Selamat dan Sukses Wisudawan/ti 
           Pendidikan Akuntansi

Tak terasa waktu terasa begitu cepat berlalu hingga hari datanglah saat yang sangat bahagia. Saat-saat dimana penantian sebagai seorang pendidik akhirnya terwujud. Ya saat itulah akang dan teteh kami telah menyelesaikan program S1 nya di Pendidikan Akuntansi.


Untuk itu kami mengucakan selamat kepada :








Yeli Kurnia, S.Pd







Riki Rahmat, S.Pd







Dede Nunung W., S.Pd







Siti Nurhayati, S.Pd






Devi Nur Rachmawati, S.Pd






Muni Anisa, S.Pd






Anggi Yuanita, S.Pd






Misbahurrahim, S.Pd





Ineu Nuryulindawati, S.Pd






Ike Pratiwi F., S.pd







Dianawati, S.Pd

Kami mengucapkan "SELAMAT DAN SUKSES UNTUK WISUDAWAN DAN WISUDAWATI PENDIDIKAN AKUNTANSI". Semoga ilmu yang akang dan teteh dapatkan bisa di amalkan secara nyata pada masyarakat dan bisa menjadikan amalan shalihan.Aamiin.


SELAMAT BERJUANG...
SALAM BISA...SUKSES...LUAR BIASA...

*Salam hangat dari kami pengurus HIMADIKSI serta doakan kami teh..

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates